April 14, 2010

Tanda Benci Untukmu

Posted in Uncategorized pada 2:46 am oleh lazuardibirru

Seringkali kita mendapatkan hadiah dari teman, keluarga, kerabat, pasangan bahkan atasan atau bawahan di kantor pada hari-hari istimewa seperti: Idul Fitri, Ulang Tahun, Kelulusan dan lain sebagainya. Terkadang ada juga hadiah yang mampir ke rumah pada hari yang tidak terduga. Hadiah ini bisa berupa sekardus kue bolu, sekeranjang tahu sumedang, beberapa ikat buah rambutan atau mungkin semangkuk sayur lodeh. Hadiah kapanpun datangnya selalu mendatangkan bahagia karena hadiah adalah tanda cinta.
Islam mengajarkan pemeluknya agar sering-sering bertukar hadiah, sebagaimana hadith nabi yang artinya “Saling berbagi hadiah lah diantara kalian, niscaya kalaian akan saling mencintai” . Ajaran ini benar terbukti khasiatnya. Dengan hadiah yang jauh menjadi dekat, yang sedih menjadi senang dan yang marah pun menjadi sayang.
Bagaimana jadinya jika seseorang memberi hadiah kepada kita berupa sesuatu yang kita benci?. Seorang pemburu pernah mengalami kisah tersebut. Dia mendapatkan hadiah berupa satu box besar penuh berisi tikus dari tetangga samping rumahnya. Mendapatkan hadiah yang sangat menjijikan, si pemburu kaget bukan kepalang. Dia menjadi marah. Ketika kemarahannya sudah sampai ubun-ubun, dia malah terdiam mematung membaca sehelai kertas pesan dari dalam box tikus.
Berikut ini kisah lengkapnya sebelum si pemburu mendapat hadiah satu box tikus
Seorang wanita setengah baya memelihara beberapa ekor kucing di rumahnya. Dia sangat menyayangi kucing-kucingnya karena mereka berjasa menangkapi tikus di kamar dan dapurnya. Suatu hari seekor kucing hilang dari rumahnya. Wanita setengah baya mencari kucingnya yang hilang namun tidak menemukannya.
Hari berganti hari, kucing hilang belum juga ditemukan, malah semua kucing di rumahnya ikut raib tanpa seorang pun mengetahui penyebabnya. Si wanita naik pitam. Dia mencari informasi seputar kehilangan kucing-kucingnya. Desas-desus terdengar bahwa kucingnya mati ditembak pemburu. Setelah wanita setengah baya itu menelusuri sumber informasi ternyata benar adanya kucing-kucingnya mati sebagai sasaran tembak senjata baru si pemburu yang tinggal di samping rumahnya.
Kemarahan si wanita dilampiaskan dengan cara menangkapi sebanyak mungkin tikus yang ada di dalam rumahnya. Berpuluh-puluh tikus berhasil dia tangkap. Semuanya dia masukkan ke dalam sebuah box yang akan dihadiahkan kepada si pemburu. Sebelum mengirim box tikus, wanita tua menulis selembar pesan untuk tetangganya;
Tuan Pemburu yang terhormat
Anda telah membunuh semua kucing saya, padahal mereka adalah penolong saya. Kematian kucing yang tidak berdosa itu menyisakan masalah besar di rumah saya. Berpuluh-puluh tikus hidup bebas, hilir-mudik di dalam rumah. Maka saya tangkapi mereka dan saya berikan kepada tuan sebagai hadiah karena tuan telah membunuh kucing saya.
Jika hadiah yang menyenangkan adalah tanda cinta, maka hadiah yang menjijikan adalah tanda benci. Tanda benci tidak mungkin kita terima jika kita tidak menebarnya. Seperti si pemburu yang membunuh kucing-kucing wanita tua, mendapatkan hadiah benci karena perbuatannya. Semakin banyak cinta kita sebar maka sebanyak itu pula kita mendapatkan hadiahnya. Sebaliknya semakin sering kita menebar bibit benci, maka semakin banyak pula tanda benci menghampiri rumah kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: