Maret 22, 2010

Kiyai Kaya

Posted in Uncategorized pada 7:26 am oleh lazuardibirru

Orang kaya siapa pun dia dan di mana pun tinggalnya selalu memiliki pemuja. Masyarakat cenderung menjadikan para hartawan sebagai public figure dan rule model bagi anak-anaknya. Apalagi jika si orang kaya tersebut seorang alim yang mengerti dan melaksanakan syariat agama, tentunya kekaguman masyarakat akan menjadi berlipat ganda.

Di sebuah kampung dekat kantor kecamatan tinggal seorang kiyai yang dikenal bisa mengobati berbagai penyakit. Pengobatan alternatif yang dia jalankan dengan ramuan bahan-bahan alami terkenal ampuh mengusir penyakit sehingga setiap hari pasiennya berbondong-bondong mendatangi rumah pak kiyai. Rumah beliau pun berubah manjadi klinik masyarakat karena mayoritas dipenuhi oleh kalangan bawah yang mencari pengobatan berbiaya ringan.

Meskipun diakui kepatenannya, pak kiyai tidak pernah meminta bayaran kepada pasien-pasiennya. Mereka hanya menyimpan amplop di tempat duduk pak kiyai yang isinya tergantung kemampuan. Jadi klinik kesehatan ini bukan klinik komersil yang dapat menjadikan pemiliknya kaya raya. Namun demikian Allah maha melihat, kebaikan hati pak kiyai mengobati tanpa pamrih dibalas dengan kebaikan hamba-hamba Allah yang bergelimang harta.

Dari ratusan bahkan ribuan pasiennya, terselip beberapa puluh orang yang termasuk pengusaha besar. Mereka datang berobat ke klinik pak kiyai karena dokter dan peralatan medis modern sudah tidak mampu menangani penyakitnya. Al-hasil berkat bantuan keridhaan Allah, penyakit mereka sembuh setelah berobat di klinik pak kiayai. Para hartawan ini tanpa diminta memberikan uang berlimpah kepada pak kiyai. Bahkan ada beberapa orang yang langsung menghadiahkan kendaraan roda empat keluaran baru.

Tambah hari pasien bertambah banyak. Pak kiyai sudah tidak sanggup menangani sendiri, beliau pun mempekerjakan beberapa orang untuk membantu tugasnya di klinik kesehatan. Masyarakat mendapat berkah dari kemajuan klinik pak kiyai. Banyaknya pasien yang datang membawa rejeki beragam, ada yang berjualan, mengatur parkir bahkan ada juga warga yang menyewakan kamarnya bagi keluarga pasien yang mau menginap.

Tampak disadari pak kiyai sekarang telah dianggap sebagai orang paling kaya oleh warga. Segala kemewahan ada di dalam rumahnya; furniture berkelas, pendingin ruangan, alat-alat elektronik, buah-buahan segar di dalam lemari pendingin, bahan makanan di dapur yang tidak akan habis dimakan satu bulan dan lain sebagainya.

Banyak warga bermimpi hidup seperti pak kiyai, bergelimang harta tanpa bekerja keras karena sudah banyak asisiten yang melaksanakan pekerjaannya. Mereka berangan-angan bisa membeli tanah berhektar-hektar, membagikan sembako kepada fakir miskin setiap awal bulan, memberi uang anak yatim setiap ada kesempatan, membangun beberapa rumah rumah untuk anak-anak dan lain sebagainya seperti yang dilakukan pak kiyai dengan uangnya. Mereka berharap jika tidak bisa melakukannya sekarang, mungkin besok selepas bangun tidur mereka bisa melakukannya. Namun sayang esok pagi tidak terjadi perubahan. Mereka pun berharap pada minggu depan, selanjutnya bulan depan dan tahun depan. Karena mereka hanya berharap, harapannya tidak pernah bisa menjadi nyata. Akhirnya warga menyerah, berhenti berharap dan menjalankan hidup dengan kekecewaan.

Kesuksesan yang selalu diiringi dengan kekayaan senantiasa membuat manusia tergoda. Mereka berangan-angan hidup senang seperti orang sukses yang dikenal, namun melupakan sutu hal yang paling fundamental dari sebuah kesuksesan. Menjadi sukses selalu melewati proses. Orang tidak bisa langsung mendapatkan kesuksesan dalam hitungan satu malam karena kesuksesan mempunyai jalan yang panjang dan terjal.

Pak kiyai dalam cerita di atas tidak mendapatkan kesuksesannya dalam kurun jam atau hari. Sebelum mendapatkan kemapuan mengobati orang, tentunya beliau melewati masa-masa belajar, melalui malam-malam dengan tirakat, menjalankan hari-hari dengan berpuasa dan hal-hal lain yang menunjang keilmuannya. Setelah bisa mengobati pun beliau tidak serta-merta mendapatkan kemasyuran. Pengorbanan beliau menolong tanpa pamrih menjadi kredit poin tersendiri bagi kesuksesannya.

Menjadi sukses adalah hak setiap orang, pun mendapat kekayaan dari kesuksesan tersebut. Kesuksesan dalam hidup akan terasa manis bila terlebih dahulu melalui proses yang penuh tantangan dan cobaan. Mari kita berproses menjadi sukses, karena kesuksesan selalu membutuhkan proses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: