Maret 18, 2010

Cinta Tak Mesti Memiliki

Posted in Uncategorized pada 7:53 am oleh lazuardibirru

Berawal dari memandang, muncul keinginan untuk mengenal, lalu perlahan raga mengajak mendekat dan pada akhirnya timbul keinginan kuat untuk mengikat. Itulah cinta, yang senantiasa mendorong sang pencinta untuk berusaha memiliki orang yang dicinta.

Apakah cinta harus selalu memiliki? Siapa yang tidak mengenal Kabil, putra pertama bapak manusia Adam. Allah SWT  mengabadikan kisah tragis dua anak manusiayang berselisih karena cinta. Kabil putra tertua diam-diam memendam cinta pada Iklima, saudara kembarnya yang cantik jelita. Namun sayang, Adam telah menetapkan Iklima sebagai pasangan Habil. Sedangkan Kbil dijodahkan dengan saudara kembar Habil yang kurang cantik.

Naluri kemanusiaan Kabil menolak keputusan sang ayah. Ia menuduh ayahnya menetukan pilihan berdasarkan keinginan sendiri bukan atas perintah Tuhan. Dengan sangat bijak Adam memerintahkan kedua anaknya untuk berkurban kepada Allah. Barang siapa kurbannya diterima Allah, maka ia yang berhak menikahi si cantik Iklima.

Dalam kitab Showi, syarah Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa pada waktu itu tanda diterimanya kurban adalah turunnya api dari langit yang membakar kurban tersebut. Beruntunglah Habil yang ikhlas mengorbankan domba terbaiknya karena Allah menerima kurbannya dengan mengirim api yang membakar kurban Habil. Adapun kurban Kabil, tidak tersentuh api sama-sekali. Hal ini dikarenakan Allah tidak menyukai anak yang menentang perintah orang tua.

Belajar dari kedua anak Adam a.s, ternyata cinta tidak harus memiliki. Karena ketika cinta mengharuskan memiliki maka apapun halangan dan rintangan akan diterabas  tak peduli harus menentang orang tua. Bahkan ketika peluang untuk memiliki benar-benar musnah, kebanyakan pecinta model ini akan membunuh, seperti Kabil yang membunuh adiknya Habil karena hasratnya untuk memiliki Ikrima tidak tercapai.

Jika cinta jangan memaksa karena jika dipaksakan yang timbul bukanlah kedamaian melainkan kesengsaraan. Bukankah mencintai itu berharap kebahagiaan bagi orang yang kita cintai? Dengan cara memaksa untuk memiliki pujaan hati kita belum bias mencintai dengan hati. Cinta model ini hanyalah cinta badani yang timbul dari kecenderungan syahwat birahi.

Jika memang cinta, kita harus lapang dada menerima takdir yang telah ditentukan Sang Pencipta. Yakinlah bahwa keputusan Allah selalu menjadi yang terbaik, “Terkadang kita mencintai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kita, dan terkadang pula kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita.”

Semoga kita terhindar dari cinta buta yang menghalalkan segala cara untuk memiliki orang yang dicinta. Mencintai adalah anugerah. Dan anugerah terindah adalah kebahagiaan orang yang kita cinta meski tidak ditakdirkan untuk bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: